JUBING

Sebulan terakhir ini saya punya dua playlist didalam music-player di komputer.
playlist pertama berisi lagu-lagu normal biasa (ber-lirik).
playlist yg kedua berisi lagu-lagu instrumentalia, pokoknya lagu2 penuh smangat tanpa lirik sama-sekali.

Playlist pertama ini kurang saya pilih akhir-akhir ini.
karena gak bisa kita pungkiri hampir 80% lagu-lagu dengan lirik didalamnya pasti mengandung kata-kata cinta,
baik itu memuja-nya, mengenang-nya ataupun menghujat cinta.
Dan saat-saat “Sakit” seperti sekarang ini mendengar segala sesuatu berbau cinta bisa membuat saya smakin terpuruk,
lantas jika saya mendengarkan lagu2 macam ini disaat kerjaan menumpuk bisa berabe, bisa-bisa kerjaan saya gak akan pernah selesai.

Maka lagu2 ini saya dengarkan saat saya ingin menikmati rasa “sakit” itu.
Hyupp saya orang yang mudah terbuai oleh kata-kata,
dan dengan kata-kata cinta pada lagu-lagu itulah saya bisa menikmati rasa “sakit” itu.
Saat menikmati rasa sakit itu saya bisa menjadi seseorang yang berbeda.

Pada playlist kedua ini umumnya hanya berisi permainan gitar atau bass saja.
dari banyaknya lagu-lagu yang ada playlist kedua ini yang saat ini sedang menjadi favorit saya adalah
lagu-lagu milik Jubing Kristianto.
Saya mengetahui mas Jubing ini dari review di blog ibu ini.
Setahu saya mas Jubing ini sudah mengeluarkan 2 album yaitu Becak Fantasy(2007) dan Hujan Fantasy(2008).
Semua lagu pada kedua album itu membuat saya terpana dan terheran-heran,
karena hanya dengan gitar beliau dapat menghasilkan musik yang begitu ‘ramai’ bak orkestra,
selain itu pada album Becak Fantasy beliau banyak menyuguhkan lagu-lagu yg mungkin sekarang ini sudah sangat jarang kita dengar,
seperti lagu becak fantasy dan burung kakatua yg mungkin sekarang hanya dapat kita dengar di kelas-kelas taman kanak-kanak.

Lalu saat sebualan yg lalu saya dengar bahwa mas jubing sudah mengeluaran album baru-nya,
saya pun langsung mencari album baru ini.
Dan lagi-lagi musik mas jubing membuat saya terpana,
bagaimana tidak pada album kedua ini beliau bisa menampilkan Bohemian Rhapsody milik Queen dengan gitar
tanpa menghilangkan spirit dari lagu asli-nya sendiri, lalu pada gundul pacul, beliau menghadirkan musik ini dengan tanpa menghilangkan rasa gembira.

Pokoknya mas yang satu ini bagi saya yang awam tentang gitar adalah seorang maestro,
dia dengansukses meng-eksplorasi setiap nada yg bisa dihasilkan oleh sebuah gitar.
Tapi ada satu yang saya penasaran, kenapa kedua album-nya selalu berakhiran dengan kata “Fantasy”.
Jangan-jangan untuk album selanjutnya bakal berjudul “Wild Fantasy” bwahahahaa … (Saru Mode : ON)

4 Responses to “JUBING”

  1. venus Says:

    hwaduh, jadi inget, belum sempet nyari album kedua Jubing, euy…

  2. paman tyo Says:

    emang, jubing itu oke. kabarnya album yang pertama itu laris melebihi target. kapan itu kami bersua di toko cd. “punyamu laku lho,” kata saya. dia tersenyum santun. “suwun ya sudah beli,” katanya.

    waahhh paman pernah ketemu mas jubing !? pengennn !!

  3. Penoet Says:

    Keeyeeennn….
    Emang karya-karyanya Jubing keren…
    Sederhana hingga membuat fantasi berkelana…

  4. Let's Learn English Says:

    Wah, jadi bertambah yakin saya mau nyari albumnya Jubing Kristianto. Saya juga baca review tentang dia di salah satu majalah musik. Kayaknya asyik ya, Becak Fantasy.


Leave a Reply