sahabat, klasifikasi dan identitas

Orang tua dulu bilang “kamu kalau berteman harus bisa dengan siapa saja”.
memang benar pepatah bilang “satu musuh terlalu banyak, seribu teman terlalu sedikit”.

Tapi kita disini tidak akan membahas masalah pepatah ataupun nasihat orang tua.

Jika kita menjalankan pepatah dan nasihat tersebut, niscaya kita akan punya banyak kawan dengan latar yang berbeda-beda,
karena setiap pertemanan yang dibentuk itu memiliki latar waktu dan lingkungan yang berbeda,
kadang saya secara tidak sadar mengelompokkan teman-teman saya itu.
Untuk apa saya kelompokkan ? saya kelompokkan untuk menentukan akan jadi siapa saya.

Misal nya saat saya bertemu dengan teman yang saya “definisikan” sebagai teman kantor,
maka saya memutuskan untuk menjadi diri saya yg pegawai kantor.
Saat bertemu dengan teman rumah, saya pun berubah kembali menjadi saya yg di rumah

Itu semua terjadi karena saya merasa ragu apakah mereka bisa menerima “semua” saya dengan segala identitas nya.

Hmm… apakah ini berarti saya yg belum menemukan teman yg bisa menerima “semua” saya itu.
atau malah saya sendiri yg masih belum berani mengakui ke “semua” saya itu kepada setiap orang.

Posted in my life. 1 Comment »

One Response to “sahabat, klasifikasi dan identitas”

  1. ILHAM Says:

    Wah tulisannya bagus…menurut sya, mengelompokkan seperti itu membuat kita ragu, apakah sya berteman dgn cara yang “baik”…apa sya diterima?…Karena pasti kita akan membandingkannya…Ada baiknya teman kantor, bisa diajak bergabung di teman rumah atau teman di lapangan saat berolahraga…Kita lihat apakah posisi kita dengan bergabungnya kelompok ini, kita tetap menjadi “teman yg baik”?


Leave a Reply