KAWAN LAMA

Kemarin sore ada kejutan besar terjadi.
Seorang sahabat lama yang telah lebih dari 5 tahun tak ada kabarnya,
dan telah lebih dari 5 tahun pula saya berusaha mencari kabarnya,
tiba-tiba menelefon !!

Banyak sekali yang kami bicarakan sore itu.
Tapi bukan obrolan kami itu yang akan saya tulis kali ini,mungkin lain kali.

Setiap kali saya akan bertemu teman lama selalu saja ada perasaaan yang sama.
bahagia,takut dan juga sedih.

Bahagia.
Pastinya siapa sih yang tidak akan bahagia bertemu dengan kawan lama,
kita bisa mengenang masa-masa gila dulu,bertukar kabar tentang teman-teman yang lainnya,
atau juga bertukar kisah hidup (aahhh … sok bijak loe istilahnya …)

Takut.
Ini yang aneh, setiap kali bertemu kawan lamu saya selalu dihinggapi rasa takut.
saya takut saya telah berubah dan tidak lagi seperti yg mereka kenal dulu,
saya juga takut mereka berubah,dan tak bisa lagi saya kenali.
Mungkin ada yg bilang ah alasan klise itu, toh waktu pasti selalu merubah apapun didunia ini.
Tapi perubahan yang jauh dari bayangan yang tertanam tentang dia atau tentang saya sendiri yang saya takutkan,
dan itu memang pernah terjadi, saya bertemu dengan kawan lama dan …
wooo menurut saya itu bukan dia yang saya kenal dulu … (ini bukan berdasarkan fisik)

Sedih.
Saya juga merasa sedih jiga bertemu kawan lama,
karena saat kita bertemu nanti otomatis kita akan menghitung sudah berapa lama kita tidak bertemu,
dan pada saat itu juga saya akan sadar bahwa saya sudah tidak bisa dilang anak-nak lagi T_T !!!

Tapi apapun yang kurasa aku sudah tidak sabar lagi bertemu denganmu kawan !!

NB : Welcome Back for you Suhandi …

sahabat, klasifikasi dan identitas

Orang tua dulu bilang “kamu kalau berteman harus bisa dengan siapa saja”.
memang benar pepatah bilang “satu musuh terlalu banyak, seribu teman terlalu sedikit”.

Tapi kita disini tidak akan membahas masalah pepatah ataupun nasihat orang tua.

Jika kita menjalankan pepatah dan nasihat tersebut, niscaya kita akan punya banyak kawan dengan latar yang berbeda-beda,
karena setiap pertemanan yang dibentuk itu memiliki latar waktu dan lingkungan yang berbeda,
kadang saya secara tidak sadar mengelompokkan teman-teman saya itu.
Untuk apa saya kelompokkan ? saya kelompokkan untuk menentukan akan jadi siapa saya.

Misal nya saat saya bertemu dengan teman yang saya “definisikan” sebagai teman kantor,
maka saya memutuskan untuk menjadi diri saya yg pegawai kantor.
Saat bertemu dengan teman rumah, saya pun berubah kembali menjadi saya yg di rumah

Itu semua terjadi karena saya merasa ragu apakah mereka bisa menerima “semua” saya dengan segala identitas nya.

Hmm… apakah ini berarti saya yg belum menemukan teman yg bisa menerima “semua” saya itu.
atau malah saya sendiri yg masih belum berani mengakui ke “semua” saya itu kepada setiap orang.

Posted in my life. 1 Comment »

Terdampar

ahh senang sekali akhirnya bisa mengisi blog ini lagi,
setelah lebih dari 5 bulan aku absen dari blog ini.

Dan saat bisa menulis lagi ini aku sudah terjebak di tempat yg selalu kuhindari dari dulu.

Yupp sekarang aku terdampar di JAKARTA !!