Kemarin sore secara ujug-ujug suddenly
saya merasa “turn back the time” ke tahun ‘90an.
Gimana ga turn back the time, sepanjang perjalanan pulang
angkot yang saya tumpangi dengan setianya memutar lagu-lagu
yang sempat sohor pada dekade itu
Lagu pertama yang saya dengar adalah lagu nike ardila.
langsung “rasa” itu datang, dan hei ! hampir 75% saya ingat
lirik lagu itu walaupun saya tidak tahu judul lagu-nya.
awalnya saya kira lagu itu diputar dari stasiun radio yang diputar pak sopir,
tapi ketika “kenikmatan” mengenang masa lalu itu masih berlanjut pada dua lagu berikutnya
saya baru ngeh’ ternyata lagu-lagu itu diputar dari kaset koleksi pa supir sendiri
(kaset? sepertinya benda ini juga cukup mewakili “rasa” 90′an)
Mendengar semua lagu itu membuat saya mengingat kembali masa-masa sekolah.
saya ingat dulu teman sebangku saya tampak begitu menggemari nike ardila ini,
sampai-sampai saat ada tugas menulis saat pelajaran bahasa
dia membuat semacam liputan mengenai kematian artis ini yang baru aja terjadi dengan mendetail
hal ini membuat teman-teman yg lain sedikit tersenyum.
karena teman sebangku saya itu laki-laki, dan menurut teman yang lain, itu sedikit nyeleneh’
disaat anak laki-laki yang lain sedang gandrung dengan band-band dari barat sono,
koq dia malah suka nike ardila ? Lha wong anak perempuan aja sudah mulai gengsi denger lagunya dan sedang tergila-gila sama yang namanya boyband
Ouu iyah mengenai boyband ini, pernah ada teman wanita saya bertanya pada saya mengenai salah satu anggota boyband backstreet boy
yang bernama nick carter, dan satu-satu nya nick carter yang saya tahu hanyalah nick carter yang ada di buku stensilan itu (he he he …. dasar anak laki-laki
)