Dalam lingkungan keluarga saya kemesraan bukanlah sesuatu yang tabu, tetapi juga bukan hal yang bisa diumbar dimuka umum (yang dimaksud umum disini termasuk juga keluarga sendiri).
Jangan harap kata “aku sayang kamu” atau “aku cinta kamu” ada dalam kamus keluarga saya.
Di rumah jika saya boleh menilai hubungan antara bapak dan ibu tampak seperti hubungan partner yang solid.
dimana bapak sebagai pengambil keputusan dan ibu sebagai penasihat dalam mengambil keputusan, atau kadang juga tampak seperti kakak yang mengayomi adik nya.
Jarang sekali terlihat kemesraan diantara mereka.
Berbeda sekali dengan adik-adik nya, bisa dibilang bapak saya itu orang yang formil.
Jika dalam pertemuan keluarga, adik-adik bapak bisa memperlihatkan kemesraan dengan suami atau istri mereka seperti duduk saling bersandar, si istri tidur dipangkuan suami nya atau pun sebaliknya.
maka bapak dan ibu saya tetap dengan “ke-formil-an” mereka.
Saya kira ini mungkin dikarenakan bapak saya itu anak terbesar dari 9 saudara lain-nya, dan sejak muda sudah dikondisikan untuk membimbing dan menjaga adik-adik nya,
maka lambat laun terbentuklah sikap formil namun tetap mengayomi ini. Tetapi dengan sikap inilah adik-adik bapak sangat dihormati oleh adik-adik nya.
Hal yang sama juga terjadi pada ayah bapak (baca : kakek saya), beliau terlihat kaku jika bertemu,
tetapi hingga menjelang akhir hayatnya beliau akan selalu bertanya jika salah-satu dari ke-25 cucu nya tidak hadir saat acara keluarga, dan beliau juga ingat hampir kesemua ulang tahun cucu nya.
Tapi dengan semua “ke-formil-an” itu bukan berarti tak ada kemesraan, malah dengan semua sikap formil itu kemesraan antara bapak dan ibu malah melalui hal-hal kecil malah terasa makin istimewa.
Seperti saat bapak dan ibu mulai harus mengontrol gula dan kolesterol mereka, saya pernah lihat bapak menyeduh minuman rendah gula itu dalam satu mug besar,
saat saya tanya untuk apa menyeduh sebanyak itu bapak hanya menjawab datar “ini untuk berdua dengan ibu”, atau saat kemarin saya saya berkesempatan mengantar mereka berdua jalan-jalan,
saat saya pamit sebentar untuk mencari atm dan mereka saya tinggal di food court, saat saya kembali dari kejauhan saya lihat bapak sedang membeli 2 ice cream cone untuk bapak dan ibu.
Lalu saat di tempat makan saya akan memesankan minuman untuk ibu, bapak yang mengingatkan saya “ibu kamu gak suka minuman yang ada susu nya”.
aarrgghhh … sungguh !!, saya sungguh-sungguh iri dengan “kemesraan formil” kalian.
Meski saat ini mungkin bukan hari jadi kalian, saya benar-benar iri dan rindu dengan 30 tahun waktu yang telah kalian lalui,
dan meski saya akui mau tak mau saya mulai makin sepertimu bapak, saya tetap ingin berkata “aku sayang kalian, aku rindu kalian !!”.
*) Gambar saya comot dari sini
